Belajar LyX
5. Catatan Kaki
dan Catatan Tepi
Catatan kaki dapat dibuat dengan cara mengklik
tombol atau dari menu Sisipan .
Catatan kaki. Kotak catatan kaki akan muncul untuk menuliskan teks informasi
dalam catatan kaki. Kotak penyuntingan catatan kaki akan tertutup, sehingga
akan tinggal tanda berlabel “kaki” sebagai tanda adanya catatan kaki; ini
disebut dengan “menyimpan” catatan kaki. Penulis bisa membentangkan catatan
kaki sewaktu-waktu untuk penyuntingan teks catatan kaki dengan cara menekan
kotak yang mempunyai label “kaki”.
Selain label “kaki”, LYX juga
memberikan nomor. Nomor ini merupakan nomor catatan kaki. Apabila penulis
menyisipkan catatan kaki, maka nomor ini akan secara otomatis disesuaikan.
Penulis dapat melihat tampilan berkas DVI (atau hasil cetakan).
Catatan kaki dapat disalin, dipotong dan
ditempelkan seperti teks biasa. Penulis hanya perlu menandai kotak catatan kaki
kemudian Potong dan Tempelkan.
Catatan tepi dapat ditambahkan dari menu Sisipan
. Catatan tepi atau dari tombol
ban-tuan . Catatan tepi sama dengan catatan kaki, kecuali dalam beberapa hal:
•
kotak penyuntingan
catatan tepi mempunyai label “Batas” bukannya “kaki”
• catatan akan
ditempatkan di tepi dokumen yaitu pada batas halaman, bukan dibawah dokumen
•
catatan tepi tidak
bernomor
6. Bibliografi
Bibliografi (dalam penerapan bidang sains)
sebenarnya mirip dengan referensi-silang. Bi-bliografi mengandung daftar acuan
yang dituliskan di bagian akhir dokumen, dan daftar tersebut dapat diacu di
teks dalam dokumen. LYX dan LATEX membuat
pekerjaan menjadi lebih mudah karena secara otomatis mengatur nomor dalam
daftar bibliografi serta merubah nomor acuan bila ada perubahan dalam daftar
bibliografi. Adapun caranya yaitu:
• Posisikan kursor ke
akhir dokumen, kemudian pilih lingkungan Bibliografi. Setiap pa-ragraf yang
penulis tuliskan merupakan satu referensi.
•
LYX
secara otomatis menulis nomor dalam kotak sebelum teks acuan. Apabila penulis
klik kotak acuan akan muncul kotak dialog Bibliografi. Nama Kunci merupakan
nama acuan dalam dokumen LYX, sedangkan nama Label adalah yang akan
muncul ketika dicetak. Apabila tidak menggunakan Label (default), maka penulis
akan melihat nomor bibliografi dalam hasil cetakannya.
Adapun cara untuk mengacu daftar acuan di
Bibliografi adalah sebagai berikut:
• Dari tempat teks
yang akan mengacu ke daftar acuan, pilih menu Sisipan . Acuan atau dari tombol bantuan . Selanjutnya dialog acuan akan
muncul. Kotak bagian kan-an merupakan daftar semua bibliografi, dalam kotak ini
penulis diperbolehkan untuk memilih item bibliografi yang akan diacu.
• Klik tombol Gabung
untuk memasukkannya (Penulis boleh menggunakan beberapa acuan pada satu tempat
dengan cara menggabungkan beberapa kunci bibliografi yang ada di daftar kotak
sebelah kiri dengan cara ini.)
•
Apabila penulis
menginginkan acuan yang diiginkan ditulis bukan dalam bentuk no-mor acuan
tetapi dalam bentuk label (misalnya, dalam beberapa jurnal menggunakan “[Smi95]”
untuk mengacu satu artikel yang ditulis oleh Smith tahun 1995), maka pe-nulis
perlu mengisi nama Label dalam dialog Bibliografi.
7. Daftar Isi
Penulis tentunya ingin menambahkan daftar isi di
bagian awal dokumen. Dalam LYX pem-buatan daftar isi dilakukan
dengan mudah dan sederhana. Yang penulis perlukan adalah tekan tombol papan
ketik Return setelah lingkungan Judul tetapi sebelum Bab atau SubBab yang
pertama, kemudian pilih menu Sisipan > Daftar Isi > Daftar Isi. Setelah itu
akan muncul kotak dengan tulisan “Daftar Isi” .
Tampaknya kotak ini tidak memuat daftar isi yang
penulis harapkan. Namun demikian, apabila penulis melihat tampilan berkas DVI,
penulis akan melihat daftar isi yang sesung-guhnya sudah ada, mengandung semua
Bab, SubBab yang ada dalam dokumen penulis. Apabila ada perubahan dalam dokumen
penulis, kemudian penulis memperbarui tampilan DVI, maka perubahan di daftar
isi akan secara otomatis mengikuti perubahan.
Bawaan awal dari LYX, daftar isi
secara lengkap tidak ditampilkan di layar penulis. Namun demikian jika penulis
menginginkan melihat daftar isi, penulis dapat menampilkan di
jendela Tampilan Isi dengan cara menekan tombol bantuan paparan isi atau dari menu dokumen . Paparan Isi. Pemaparan isi disini akan menampilkan daftar isi dari dokumen penulis walaupun penulis belum memerintahkan daftar isi (dari menu Sisipan > Daftar Isi > Daftar Isi). Dari jendela Tampilan Isi, penulis dapat melakukan navigasi dokumen dari satu bagian ke bagian lainnya dengan mudah. Penulis hanya perlu klik di judul-judul yang ada dalam jendela Tampilan Isi, kursor akan berpindah ke lokasi judul yang penulis pilih dengan akurat. Penulis juga bisa menggunakan tombol panah dari papan ketik untuk berpindah naik dan turun dalam jendela Tampilan Isi. Untuk memudahkan penulis, jendela ini bisa tetap dibiarkan aktif selama penulis menulis atau menyunting di jendela kerja penulis. Fungsi melihat isi dokumen serta navigasi bisa juga penulis lakukan dari menu Navigasi, dimana daftar isi akan ditampilan secara otomatis melalui menu ini.
Untuk menghapus daftar isi dari dokumen penulis, penulis hanya perlu menghapus kotak Daftar Isi yang ada di awal dokumen, seperti cara menghapus satu simbol yang ada dalam teks.
8. Menyisipkan Gambar
Dalam membuat sebuah dokumen, biasanya penulis ingin menyisipkan gambar. Untuk menyisipkan gambar cukup mudah, pilih menu sisipan > gambar, kemudian cari letak berkas gambar. Setelah selesai, atur skala gambar sesuai dengan keingiinan, dan terakhir klik setuju.
8. Menyisipkan Gambar
Dalam membuat sebuah dokumen, biasanya penulis ingin menyisipkan gambar. Untuk menyisipkan gambar cukup mudah, pilih menu sisipan > gambar, kemudian cari letak berkas gambar. Setelah selesai, atur skala gambar sesuai dengan keingiinan, dan terakhir klik setuju.
9. Membuat Slide Presentasi
Selain membuat dokumen dalam bentuk
buku, artikel, dsb. LyX juga dapat membuat slide presentasi dengan menggunakan
beamer atau powerdot. Tapi, pada kali ini hanya dibahas mengenai presentasi
menggunakan beamer. Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini.






0 comments:
Post a Comment