Showing posts with label Microsoft Office. Show all posts
Showing posts with label Microsoft Office. Show all posts

Saturday, October 22, 2016

Fungsi Vlookup

Fungsi Vlookup

Sebelumnya telah dibahas Kalau fungsi vlookup bisa dikatakan sebagai fungsi pencarian atau referensi saat Anda perlu menemukan berbagai hal dalam tabel atau rentang menurut baris. Kali ini, akan dibahas lebih spesifik mengenai penerapan fungsi vlookup itu sendiri.
Back to basic. Kembali kita review fungsi vlookup :

=vlookup(lookup_value; table array; col_index_num; [range  lookup])

Keterangan:
Lookup_value : nilai yang akan dicari di kolom pertama tabel atau rentang.
Table_array : tabel referensi yang ingin dicari datanya yang kolom pertamanya digunakan sebagai acuan untuk nilai lookup_value
Col_index_num : nomor kolom pada table_array yang ingin di cari datanya.
Range_lookup : pilihan untuk menentukan nilai yang persis atau yang mendekati. TRUE (1) untuk mencari nilai yang mendekati. FALSE (2) untuk mencari nilai yang sama persis Jika range_lookup dikosongkan atau tidak di isi maka otomatis dianggap sebagai TRUE.

Setelah memahami fungsi vlookup, saya akan mencoba untuk membuat gambaran mengenai penerapan fungsi vlookup.


Pertama, saya buat data seperti ini.


Kemudian, data tersebut akan diidentifikasi sesuai dengan kode yang tertera. Misalnya kode A untuk fakultas Ekonomi, B fakultas MIPA, dst.


Lalu, pada tabel C3 akan diidentifikasi menggunakan fungsi vlookup seperti dibawah ini.


Pada fungsi tersebut, khususnya pada table array, jangan lupa untuk menyematkan tanda kunci ($) tunjuannya, agar data selanjutnya yang memiliki kesamaan kode dengan data sebelumnya dapat diidentifikasi.

Kemudian, kolom angkatan akan diisi dengan tahun sesuai kode dari data tsb. 14 untuk 2014, 15 untuk 2015, dan 16 untuk 2016. Pada poin ini, kita mengguanakan tambahan fungsi yaitu adanya fungsi ‘Mid’. Fungsi ini berguna untuk mengidentifikasi kode yang terdapat di bagian tengah pada data. Contoh penggunaannya :

=vlookup(mid(text; start_num; num_chars); table array; col_index_num; [range  lookup])

            Keterangan:
          Text : data yang akan diidentifikasi
Start_num : dimulai dari elemen ke berapa. Misalnya H 11, untuk mengidentifikasi angka 11, maka saya memulai dari elemen ketiga. Ingat spasi juga dihitung 1 elemen.
Num_chars : Berapa elemen yang akan diidentifikasi. Misalnya untuk mengidentifikasi angka 11, maka saya akan mengambil 2 elemen.

Baiklah langsung saja masukkan fungsi pada tabel D3.


Ingat, jangan lupa untuk menyematkan tanda kunci($) pada table array. Satu lagi tambahan, karena ‘text’ nya merupakan gabungan antara huruf dan angka, maka sebelum kata mid, tambahkan kata value.

Terakhir, kolom jenis kelamin akan diisi dengan dengan vlookup right. Fungsi ini untuk mengidentifikasi elemen data dari yang paling kanan. Contohnya :



Untuk num_charsnya, pilih berapa elemen yang akan diidentifikasi dari kanan.

Oke, mungkin sekian dulu pembahasan kali ini. Semoga dapat dimengerti.

Fungsi Vlookup

Fungsi Vlookup

Sebelumnya telah dibahas Kalau fungsi vlookup bisa dikatakan sebagai fungsi pencarian atau referensi saat Anda perlu menemukan berbagai hal dalam tabel atau rentang menurut baris. Kali ini, akan dibahas lebih spesifik mengenai penerapan fungsi vlookup itu sendiri.
Back to basic. Kembali kita review fungsi vlookup :

=vlookup(lookup_value; table array; col_index_num; [range  lookup])

Keterangan:
Lookup_value : nilai yang akan dicari di kolom pertama tabel atau rentang.
Table_array : tabel referensi yang ingin dicari datanya yang kolom pertamanya digunakan sebagai acuan untuk nilai lookup_value
Col_index_num : nomor kolom pada table_array yang ingin di cari datanya.
Range_lookup : pilihan untuk menentukan nilai yang persis atau yang mendekati. TRUE (1) untuk mencari nilai yang mendekati. FALSE (2) untuk mencari nilai yang sama persis Jika range_lookup dikosongkan atau tidak di isi maka otomatis dianggap sebagai TRUE.

Setelah memahami fungsi vlookup, saya akan mencoba untuk membuat gambaran mengenai penerapan fungsi vlookup.


Pertama, saya buat data seperti ini.


Kemudian, data tersebut akan diidentifikasi sesuai dengan kode yang tertera. Misalnya kode A untuk fakultas Ekonomi, B fakultas MIPA, dst.


Lalu, pada tabel C3 akan diidentifikasi menggunakan fungsi vlookup seperti dibawah ini.


Pada fungsi tersebut, khususnya pada table array, jangan lupa untuk menyematkan tanda kunci ($) tunjuannya, agar data selanjutnya yang memiliki kesamaan kode dengan data sebelumnya dapat diidentifikasi.

Kemudian, kolom angkatan akan diisi dengan tahun sesuai kode dari data tsb. 14 untuk 2014, 15 untuk 2015, dan 16 untuk 2016. Pada poin ini, kita mengguanakan tambahan fungsi yaitu adanya fungsi ‘Mid’. Fungsi ini berguna untuk mengidentifikasi kode yang terdapat di bagian tengah pada data. Contoh penggunaannya :

=vlookup(mid(text; start_num; num_chars); table array; col_index_num; [range  lookup])

            Keterangan:
          Text : data yang akan diidentifikasi
Start_num : dimulai dari elemen ke berapa. Misalnya H 11, untuk mengidentifikasi angka 11, maka saya memulai dari elemen ketiga. Ingat spasi juga dihitung 1 elemen.
Num_chars : Berapa elemen yang akan diidentifikasi. Misalnya untuk mengidentifikasi angka 11, maka saya akan mengambil 2 elemen.

Baiklah langsung saja masukkan fungsi pada tabel D3.


Ingat, jangan lupa untuk menyematkan tanda kunci($) pada table array. Satu lagi tambahan, karena ‘text’ nya merupakan gabungan antara huruf dan angka, maka sebelum kata mid, tambahkan kata value.

Terakhir, kolom jenis kelamin akan diisi dengan dengan vlookup right. Fungsi ini untuk mengidentifikasi elemen data dari yang paling kanan. Contohnya :



Untuk num_charsnya, pilih berapa elemen yang akan diidentifikasi dari kanan.

Oke, mungkin sekian dulu pembahasan kali ini. Semoga dapat dimengerti.

Membuat Fungsi Matematika dengan Excel

Membuat Fungsi Matematika dengan Excel

Excel memang menjadi salah satu aplikasi yang sering digunakan pada Ms. Office. Selain digunakan untuk menginput data-data atau list tertentu, excel juga dapat digunakan dalam penyelesaian matematika. Disini, saya akan membahas setidaknya dua materi yang berkaitan dengan matematika.

1. Matriks
Dengan adanya excel, kita bisa menggunakannya dalam membantu menyelesaikan matriks walaupun hanya hasil akhir yang ditampilkan. Mungkin dalam menentukan invers dari matriks ordo 2x2 cukup mudah, tapi bagaimana dengan matriks ordo 5x5 atau 6x6 ? Pasti sangat membutuhkan waktu yang lama dalam menetukan inversnya. Tapi, excel dapat menyelesaikannya dalam waktu yang singkat dan akurat. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita menggunakan excel untuk menentukan invers dari matriks. Langsung saja.

Pertama, buat matriks nya terlebih dahulu. (misalnya matriks ordo 5x5)
Setelah itu, blok tabel yang akan diisikan dengan nilai invers matriks (tentunya juga harus matriks ordo 5x5)
Selanjutnya masukkan fungsinya

          =minverse(data pertama:data terakhir)

          Ket : data pertama = baris 1, kolom 1 ; data terakhir = baris 5, kolom 5.

Kemudian tekan Cntl+Shift+Enter.
Maka nilai inversnya akan terisi. Selesai.

Selain, mencari invers. Kita juga bisa mencari nilai determinan dari suatu matiks.
Contoh penggunaannya :

          =mdeterm(data pertama:data terakhir)

Lalu, ada juga fungsi untuk perkalian matriks. Hampir sama dengan langkah-langkah mencari invers, tapi fungsi nya adalah

=mmult(data pertama matriks pertama:data terakhir matriks pertama;data pertama matriks kedua:data terakhir matriks kedua)

2. Permutasi dan Kombinasi
Permutasi dan kombinasi tentu menggunakan faktorial. Oleh karena itu, saya hanya mencoba untuk berbagi cara dalam menyusun persamaan matematika khususnya dalam menentukan permutasi dan kombinasi dari sebuah data.

Pertama, untuk permutasi P(n, r) = n !/(n-r)!
kita masukkan saja fungsinya:

          =fact(data n)/fact(data n-data r)

Kedua, untuk kombinasi C(n, r) = n !/(r ! . (n-r)!)
Masukkan fungsinya :

          =fact(data n)/(fact(data r)*fact(data n-data r))


Jadi, sangat mudah dalam menentukan nilai permutasi dan kombinasi.  

Mengenal Fungsi Excel

Mengenal Fungsi Excel

Fungsi adalah rumus yang sudah disediakan oleh microsoft excel yang akan membantu dalam proses perhitungan. Kita tinggal memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya, penulisan fungsi harus dilengkapi dengan argumen, baik berupa angka, label, rumus, alamat sel atau range yang harus diapit tanda kurung (). Berbicara mengenai rumus fungsi pada excel, tentu ada berbagai macam. Namun, kali ini saya akan membahas  fungsi terlebih dahulu.

1. Fungsi Sum
Ini sangat sederhana sekali, sum ini tujuannya untuk menjumlahkan sekumpulan data. Contoh penggunaannya:

          =sum(data 1:data n)
Fungsi ini berarti menjumlahkan data 1, data 2, sampai data ke n.

2. Fungsi Average
Hampir sama dengan fungsi sum, namun average tujuannya mencari rata-rata dari data. Contoh penggunaannya:
          =average(data 1:data n)
Fungsi ini berarti mencari rata-rata dari data 1, data 2, sampai data ke n.

3. Fungsi sin, cos, tan
Fungsi ini dipakai untuk menentukan nilai sin, cos, atau tan dari sebuah data.
Contoh penggunaannya :

          =sin(data n)
          =cos(data n)
=tan(data n)

Catatan: ketika Anda memasukkan nilai data n=90, maka nilai yang dihasilkan pada fungsi sin bukanlah 1 melainkan 0,893996664. Mengapa ? Karena nilai 90 tadi masih berbentuk degree (satuan derajat). Untuk itu Anda terlebih dahulu mengubahnya ke bentuk radian. Caranya :

          =sin(radians(data n))

Dengan demikian, Anda akan mendapatkan nilai 1 pada data n = 90.

4. Fungsi fact
Bagi pelajar SMA, pasti sudah kenal dengan istilah ‘faktorial’ yang dilambangkan dengan tanda seru (!). Ternyata dalam excel juga tersedia untuk menentukan faktorial.
Contoh penggunaannya :

          =fact(data n)


5. Fungsi Vlookup
Kalau fungsi vlookup bisa dikatakan sebagai fungsi pencarian atau referensi saat Anda perlu menemukan berbagai hal dalam tabel atau rentang menurut baris. Misalnya, mencari harga sesuai dengan kode atau menentukan kelas berdasarkan data. Penggunaannya dapat mempermudah untuk menentukan data yang dimaksud.
Contoh penggunaannya:

          =vlookup(lookup_value; table array; col_index_num; [range lookup])


Untuk lebih jelasnya, klik disini.


6. Fungsi if
Fungsi ini bertujuan untuk menentukan uji logika yang dijalankan. Biasanya funngsi ini digunakan untuk mengonversi nilai dari nilai angka ke nilai huruf (A, A-, B+, B, dst.)
Baiklah kali ini saya akan memberikan contoh.
Pertama, buat dulu rentang nilai. Misalnya, 85 keatas itu A, 81 sampai 85 itu A-, dst.
Kedua, masukkan fungsinya, contoh :

=IF(H6>85;"A";IF(H6>=81;"A-";IF(H6>=76;"B+";IF(H6>=71;"B";IF(H6>=66;"B-";IF(H6>=61;"C+";IF(H6>=51;"C";IF(H6>=45;"D";"E"))))))))


Jangan pusing yah, itu artinya, jika tabel H6 nilainya diatas 85 maka akan menjadi A, jika nilai tabel H6 lebih besar atau samadengan 81 maka nilainya A-, dst.

Membuat Amplop di Ms. Word

Membuat Amplop di Ms.Word

Kali ini, saya akan membahas mengenai langkah-langkah dalam membuat amplop. Sayang, untuk saat ini saya tidak menyertakan gambar. Tapi tenang, Anda bisa mendapatkan tutorial lengkap dengan gambar disini.
Baiklah langsung saja,

Pertama, buka ms.word (kali ini saya menggunakan Ms. Office 2007)

Kedua, buatlah isi surat Anda termasuk kop surat (Contoh Surat)

Ketiga, pilih menu mailings, lalu pilih ‘envelopes’.




Keempat, isilah sesuai dengan bagian depan surat (untuk label). Contoh Kepada Yth 

Selanjutnya, klik add to document.

Kemudian, setelah kata “kepada Yth” pilih menu mailings, lalu ‘select recipients’

Pada, sub menu tsb. terdapat tiga pilihan. Jika Anda telah menyusun list penerima surat, maka gunakan pilihan ‘use existing list’. Tapi, jika Anda belum memiliki listnya, jangan khawatir karena Anda masih bisa menggunakan pilihan Type new list. Khusus pada poin ini, saya anjurkan untuk membuat list terlebih dahulu pada ms. excel.

Setelah list telah diinput, selanjutnya masih pada menu mailings, pilih ‘insert merge field’.

Kemudian, sesuaikan list dengan amplop. Misalnya, pada kata ‘kepada Yth’ kita pilih ‘Nama’ dst.


Selanjutnya, klik ‘last record’

Lalu pilih Auto Check for Errors, kemudian pilih ‘complete the merge, pausing to report each error as it occurs’ dan OK.

Secara otomatis nama penerima, alamat dsb. akan terisi sesuai dengan list yang dibuat. Selesai.

Sejarah Microsoft Office

Sejarah Microsoft Office

Siapa yang tidak kenal dengan Microsoft saat ini ?. Salah satu perusahaan terbesar di dunia yang bermarkas di Washington, AS. Perusahaan ini juga lah yang menjadi saksi betapa melesatnya nama Bill Gates yang sekarang ini merupakan orang terkaya nomor satu di dunia. Perusahaan yang tak pernah lelah untuk berinovasi, selalu tampil gigih di hadapan para kompetitornya. Salah satu yang menjadi amunisi dari Microsoft adalah Ms. Office. Software yang selalu menjadi langganan bagi setiap kalangan, mulai dari perusahaan sampai dengan pelajar. Tak heran jika nama Office begitu terkenal di seluruh belahan dunia.

Tapi dibalik suksesnya perusahaan ini, tentu telah tercatat sejarah perjalanan panjang dari Ms. Office. Berikut adalah ulasannya.

Pada Januari 1975, Gates menginisiasi kontak dengan Micro Instrumentation and Telemetry Systems (MITS) untuk mengerjakan interpreter BASIC. Demonstrasi interpreter yang diadakan di kantor MITS di Albuquerque tersebut berhasil dan menghasilkan kesepakatan dengan MITS untuk mendistribusikan penerjemah ini dengan nama Altair BASIC.

Nama yang mereka pilih untuk kemitraan tersebut adalah “Micro-soft” dan pada 26 November 1976, nama Microsoft resmi didaftarkan.

Microsoft kemudian terbebas dari MITS pada akhir 1976 dan terus mengembangkan perangkat lunak bahasa pemrograman untuk berbagai sistem. Pada 1 Januari 1979, Gates memindahkan kantor pusat Microsoft dari Albuquerque ke Bellevue, Washington.
Microsoft Office baru dimulai secara resmi pada 19 November 1990 dimana Office for Windows (yang juga sering disebut sebagai MS Office 1.0) dirilis untuk digunakan bersamaan dengan Windows 2.0. Versi Office pertama ini berisi Word 1.1, Excel 2.0, dan PowerPoint 2.0.

Sebelum adanya Office 1.0, isi dari paket Office ini dijual terpisah untuk MS-DOS, dan alat input utamanya hanyalah keyboard. Selanjutnya berkembang menjadi:

1. MS Office 1.0
dirilis untuk digunakan bersamaan dengan Windows 2.0 (19 November 1990). Versi Office pertama ini berisi Word 1.1, Excel 2.0, dan PowerPoint 2.0.
2. MS Office 1.5
4 Maret 1991 menandakan rilisnya Microsoft Office 1.5 dimana pada paket ini mereka meningkatkan versi Excel menjadi Excel 3.0.
3. MS Office 1.6
Microsoft Office 1.6 dirilis dengan penambahan piranti lunak yang diberi nama Mail 2.1.
4. MS Office 3.0
30 Agustus 1992, Microsoft merilis Microsoft Office 3.0 dalam versi CD-ROM dan memuat Word 2.0c, Excel 4.0a, PowerPoint 3.0, dan Mail.
Nantinya, versi ini diganti namanya menjadi Microsoft Office ’92.
Pada tahun 1993, Microsoft Office Professional dirilis, yang ditambahkan Microsoft Access 1.1.
5MS Office 4.0
Pada 17 Januari 1994, Microsoft Office 4.0 dirilis yang di dalamnya terdapat Word 6.0, Excel 4.0, dan PowerPoint 3.0.
6. MS Office 4.3
Pada 2 Juni 1994, Microsoft Office 4.3 dirilis dan menjadi versi 16-bit yang terakhir. Microsoft 4.3 mencakup Word 6.0, Excel 5.0, PowerPoint 4.0, Mail 3.2, dan yang hanya ada dalam versi Pro, Access 2.0.
7. Office for NT 4.2
Pada 3 Juli 1994, sebuah versi baru dirilis dan diberi nama Office for NT 4.2 yang di dalamnya terdapat Word 6.0,  Excel 5.0, PowerPoint 4.0, dan Microsoft Office Manager.
8.  MS Office 95
Dirilis pada 24 Agustus 1995. Nomor versi yang diubah untuk menciptakan paritas di paket - setiap program yang disebut versi 7.0. Versi ini dirancang sebagai sebuah versi 32-bit yang sepenuhnya cocok dengan Windows 95.
Office 95 tersedia dalam dua versi :Office 95 Standard terdiri dari Word 7.0, Excel 7.0, 7.0 PowerPoint, dan Schedule 7.0 & Office 95 Profesional berisi semua item dalam versi standar ditambah Access 7.0. 
9. MS Office 97
19 November 1996, Microsoft merilis Office 97 (8.0) dengan medium rilis CD-ROM dan dalam set yang berisi 45 3½ floppy. Service Release 2 dikeluarkan untuk mencegah kerusakan karena Y2K (Year 2 Kilo).
Versi ini dirilis dengan banyak fitur dan pengembangan dibandingkan versi sebelumnya. Pengenalan terhadap command bar, sesuatu hal yang baru dimana menu dan toolbar dibuat lebih mirip dengan visual design-nya. Office 97 juga memiliki fitur Natural Language System dan Sophisticated Grammar Checking. Ini versi yang pertama kalinya menggunakan Office Assistant.
10. MS Office 2000
Ms. Office 2000 Dirilis pada 7 Juni 1999, versi ini terdapat bayak opsi - opsi disembunyikan. Tentunya opsi tersebut juga penting, tetapi kecil penggunaannya oleh orang awam.
Mengapa disembunyikan ? Karena dapat menyebarkan virus makro.
Office 2000 adalah versi terakhir yang bisa dijalankan di Windows 95. Pada versi ini juga tidak terdapat Product Activation.
11. Office XP
Office XP Dirilis bersamaan dengan Windows XP pada 31 Mei 2001, dan merupakan upgrade besar dengan berbagai perangkat tambahan dan perubahan atas Office 2000. Office XP adalah versi terakhir untuk mendukung Windows 98, ME dan NT 4.0. Office XP  memperkenalkan beberapa tambahan yang menarik.
*Office XP memperkenalkan fitur Safe Mode, yang memungkinkan aplikasi seperti Outlook untuk boot jika dinyatakan mungkin gagal.
*Tag Smart pada Word dan Excel adalah sebuah teknologi yang beroperasi berdasarkan aktivitas pengguna, seperti membantu dengan kesalahan mengetik.
*Microsoft Office XP terdapat perintah suara yang terintegrasi dan kemampuan dikte teks, serta pengenalan tulisan tangan.
12. Ms. Office 2003
Sesuai namanya, versi ini dirilis pada 21 Oktober 2003 dengan fitur logo baru. Dua aplikasi baru juga ada yaitu, Microsoft InfoPath dan OneNote.
Ini merupakan versi yang pertama kalinya menggunakan gaya Windows XP beserta Icon-nya dan merupakan versi terakhir yang mendukung Windows 2000.
13. Ms. Office 2007
Dirilis pada 30 Januari 2007 bersamaan dengan Windows Vista. Office 2007 memiliki design tampilan baru yang bernama Fluent User Interface.
Versi pertama yang menggunakan antarmuka Ribbon pengguna baru dengan menu tab. Terdapat format file baru berbasis XML yang disebut Open Office XML, dan masuknya Groove, aplikasi perangkat lunak kolaboratif.
14. Ms. Office 2010
Diselesaikan pada tanggal 15 April 2010, dan dibuat tersedia bagi konsumen pada tanggal 15 Juni 2010. Office 2010 diberi nomor versi 14,0, untuk menghindari nomor versi 13.0 karena takhayul yang berhubungan dengan nomor tiga belas.
Fitur utama dari Office 2010 termasuk menu file belakang panggung, alat-alat kolaborasi baru, toolbar yang disesuaikan, dan panel navigasi.
Microsoft Office 2010 juga dilengkapi dengan logo baru, yang mirip dengan logo 2007, kecuali di emas, dan dengan bentuk yang sedikit dimodifikasi.
15. Ms. Office 2013
Pengembangan versi Microsoft Office dimulai pada 2010 dan berakhir pada 11 Oktober 2012 ketika Microsoft Office 2013 telah dirilis ke manufaktur . Microsoft merilis Office 2013 untuk ketersediaan umum pada tanggal 29 Januari 2013. Versi ini berisi fitur-fitur baru seperti dukungan integrasi untuk layanan online (termasuk SkyDrive , Outlook.com , Hotmail , Skype , Yammer dan Flickr ), meningkatkan dukungan format untuk Office Open XML (OOXML), OpenDocument (ODF) dan Portable Document Format (PDF) dan dukungan untuk multi touch interface.
16. Office 2016
Microsoft Office 2016 adalah versi dari paket aplikasi perkantoran Microsoft Office menggantikan Office dan Office untuk Mac 2011. Ini dirilis untuk OS X pada tanggal 9 Juli 2015 untuk pelanggan Office 365. Tanggal rilis resmi untuk Microsoft Office 2016 adalah 22 September 2015. Sebuah rilis pratayang untuk versi Windows diumumkan pada konferensi Ignite di Chicago pada bulan Mei 2015 dan dalam versi beta tersedia untuk pengguna Office 365 untuk mencoba atau untuk mengunduh sebagai percobaan beta.
Office 2016 memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah layanan Skype in-app integration yang tersedia dalam bentuk aplikasi tersendiri maupun melalui Office Online memungkinkan pengguna untuk melakukan chatting, screen share, serta talk atau video chat langsung dari dokumen yang sedang dikerjakan

 
Finn - Adventure Time Link Select