Mengenal Fungsi Excel
Fungsi adalah rumus yang sudah
disediakan oleh microsoft excel yang akan membantu dalam proses perhitungan. Kita
tinggal memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya, penulisan fungsi
harus dilengkapi dengan argumen, baik berupa angka, label, rumus, alamat sel
atau range yang harus diapit tanda kurung (). Berbicara mengenai rumus fungsi
pada excel, tentu ada berbagai macam. Namun, kali ini saya akan membahas fungsi terlebih dahulu.
1. Fungsi Sum
Ini sangat sederhana sekali, sum
ini tujuannya untuk menjumlahkan sekumpulan data. Contoh penggunaannya:
=sum(data
1:data n)
Fungsi ini berarti menjumlahkan
data 1, data 2, sampai data ke n.
2. Fungsi Average
Hampir sama dengan fungsi sum,
namun average tujuannya mencari rata-rata dari data. Contoh penggunaannya:
=average(data
1:data n)
Fungsi ini berarti mencari
rata-rata dari data 1, data 2, sampai data ke n.
3. Fungsi sin, cos, tan
Fungsi ini dipakai untuk
menentukan nilai sin, cos, atau tan dari sebuah data.
Contoh penggunaannya :
=sin(data n)
=cos(data n)
=tan(data n)
Catatan: ketika Anda
memasukkan nilai data n=90, maka nilai yang dihasilkan pada fungsi sin bukanlah
1 melainkan 0,893996664.
Mengapa ? Karena nilai 90 tadi masih berbentuk degree (satuan derajat). Untuk itu
Anda terlebih dahulu mengubahnya ke bentuk radian. Caranya :
=sin(radians(data n))
Dengan demikian, Anda akan mendapatkan nilai 1 pada data n = 90.
4. Fungsi fact
Bagi pelajar SMA, pasti sudah kenal dengan istilah ‘faktorial’ yang
dilambangkan dengan tanda seru (!). Ternyata dalam excel juga tersedia untuk
menentukan faktorial.
Contoh penggunaannya :
=fact(data n)
5. Fungsi Vlookup
Kalau fungsi vlookup bisa dikatakan sebagai fungsi pencarian atau referensi saat Anda perlu menemukan berbagai hal dalam tabel atau rentang menurut baris. Misalnya, mencari harga sesuai dengan kode atau menentukan kelas berdasarkan data. Penggunaannya dapat mempermudah untuk menentukan data yang dimaksud.
Contoh penggunaannya:
=vlookup(lookup_value; table array; col_index_num; [range lookup])
Untuk lebih jelasnya, klik disini.
6. Fungsi if
Fungsi ini bertujuan untuk menentukan uji logika yang dijalankan. Biasanya funngsi
ini digunakan untuk mengonversi nilai dari nilai angka ke nilai huruf (A, A-,
B+, B, dst.)
Baiklah kali ini saya akan memberikan contoh.
Pertama, buat dulu rentang nilai. Misalnya, 85 keatas itu A, 81 sampai 85
itu A-, dst.
Kedua, masukkan fungsinya, contoh :
=IF(H6>85;"A";IF(H6>=81;"A-";IF(H6>=76;"B+";IF(H6>=71;"B";IF(H6>=66;"B-";IF(H6>=61;"C+";IF(H6>=51;"C";IF(H6>=45;"D";"E"))))))))
Jangan pusing yah, itu artinya, jika tabel H6 nilainya diatas 85 maka akan
menjadi A, jika nilai tabel H6 lebih besar atau samadengan 81 maka nilainya A-,
dst.






0 comments:
Post a Comment