Showing posts with label LyX. Show all posts
Showing posts with label LyX. Show all posts

Saturday, October 22, 2016

Belajar LyX part 2

Belajar LyX

5. Catatan Kaki dan Catatan Tepi 
Catatan kaki dapat dibuat dengan cara mengklik tombol atau dari menu Sisipan . Catatan kaki. Kotak catatan kaki akan muncul untuk menuliskan teks informasi dalam catatan kaki. Kotak penyuntingan catatan kaki akan tertutup, sehingga akan tinggal tanda berlabel “kaki” sebagai tanda adanya catatan kaki; ini disebut dengan “menyimpan” catatan kaki. Penulis bisa membentangkan catatan kaki sewaktu-waktu untuk penyuntingan teks catatan kaki dengan cara menekan kotak yang mempunyai label “kaki”.

Selain label “kaki”, LYX juga memberikan nomor. Nomor ini merupakan nomor catatan kaki. Apabila penulis menyisipkan catatan kaki, maka nomor ini akan secara otomatis disesuaikan. Penulis dapat melihat tampilan berkas DVI (atau hasil cetakan).

Catatan kaki dapat disalin, dipotong dan ditempelkan seperti teks biasa. Penulis hanya perlu menandai kotak catatan kaki kemudian Potong dan Tempelkan.

Catatan tepi dapat ditambahkan dari menu Sisipan . Catatan tepi atau dari tombol ban-tuan . Catatan tepi sama dengan catatan kaki, kecuali dalam beberapa hal:

    kotak penyuntingan catatan tepi mempunyai label “Batas” bukannya “kaki”
  catatan akan ditempatkan di tepi dokumen yaitu pada batas halaman, bukan dibawah dokumen
    catatan tepi tidak bernomor

6. Bibliografi
Bibliografi (dalam penerapan bidang sains) sebenarnya mirip dengan referensi-silang. Bi-bliografi mengandung daftar acuan yang dituliskan di bagian akhir dokumen, dan daftar tersebut dapat diacu di teks dalam dokumen. LYX dan LATEX membuat pekerjaan menjadi lebih mudah karena secara otomatis mengatur nomor dalam daftar bibliografi serta merubah nomor acuan bila ada perubahan dalam daftar bibliografi. Adapun caranya yaitu:

  Posisikan kursor ke akhir dokumen, kemudian pilih lingkungan Bibliografi. Setiap pa-ragraf yang penulis tuliskan merupakan satu referensi.

    LYX secara otomatis menulis nomor dalam kotak sebelum teks acuan. Apabila penulis klik kotak acuan akan muncul kotak dialog Bibliografi. Nama Kunci merupakan nama acuan dalam dokumen LYX, sedangkan nama Label adalah yang akan muncul ketika dicetak. Apabila tidak menggunakan Label (default), maka penulis akan melihat nomor bibliografi dalam hasil cetakannya.

Adapun cara untuk mengacu daftar acuan di Bibliografi adalah sebagai berikut:

• Dari tempat teks yang akan mengacu ke daftar acuan, pilih menu Sisipan . Acuan atau dari tombol bantuan . Selanjutnya dialog acuan akan muncul. Kotak bagian kan-an merupakan daftar semua bibliografi, dalam kotak ini penulis diperbolehkan untuk memilih item bibliografi yang akan diacu.

 Klik tombol Gabung untuk memasukkannya (Penulis boleh menggunakan beberapa acuan pada satu tempat dengan cara menggabungkan beberapa kunci bibliografi yang ada di daftar kotak sebelah kiri dengan cara ini.)

    Apabila penulis menginginkan acuan yang diiginkan ditulis bukan dalam bentuk no-mor acuan tetapi dalam bentuk label (misalnya, dalam beberapa jurnal menggunakan “[Smi95]” untuk mengacu satu artikel yang ditulis oleh Smith tahun 1995), maka pe-nulis perlu mengisi nama Label dalam dialog Bibliografi.

7. Daftar Isi
Penulis tentunya ingin menambahkan daftar isi di bagian awal dokumen. Dalam LYX pem-buatan daftar isi dilakukan dengan mudah dan sederhana. Yang penulis perlukan adalah tekan tombol papan ketik Return setelah lingkungan Judul tetapi sebelum Bab atau SubBab yang pertama, kemudian pilih menu Sisipan > Daftar Isi > Daftar Isi. Setelah itu akan muncul kotak dengan tulisan “Daftar Isi” .

Tampaknya kotak ini tidak memuat daftar isi yang penulis harapkan. Namun demikian, apabila penulis melihat tampilan berkas DVI, penulis akan melihat daftar isi yang sesung-guhnya sudah ada, mengandung semua Bab, SubBab yang ada dalam dokumen penulis. Apabila ada perubahan dalam dokumen penulis, kemudian penulis memperbarui tampilan DVI, maka perubahan di daftar isi akan secara otomatis mengikuti perubahan.

Bawaan awal dari LYX, daftar isi secara lengkap tidak ditampilkan di layar penulis. Namun demikian jika penulis menginginkan melihat daftar isi, penulis dapat menampilkan di jendela Tampilan Isi dengan cara menekan tombol bantuan paparan isi atau dari menu dokumen . Paparan Isi. Pemaparan isi disini akan menampilkan daftar isi dari dokumen penulis walaupun penulis belum memerintahkan daftar isi (dari menu Sisipan > Daftar Isi > Daftar Isi). Dari jendela Tampilan Isi, penulis dapat melakukan navigasi dokumen dari satu bagian ke bagian lainnya dengan mudah. Penulis hanya perlu klik di judul-judul yang ada dalam jendela Tampilan Isi, kursor akan berpindah ke lokasi judul yang penulis pilih dengan akurat. Penulis juga bisa menggunakan tombol panah dari papan ketik untuk berpindah naik dan turun dalam jendela Tampilan Isi. Untuk memudahkan penulis, jendela ini bisa tetap dibiarkan aktif selama penulis menulis atau menyunting di jendela kerja penulis. Fungsi melihat isi dokumen serta navigasi bisa juga penulis lakukan dari menu Navigasi, dimana daftar isi akan ditampilan secara otomatis melalui menu ini.

Untuk menghapus daftar isi dari dokumen penulis, penulis hanya perlu menghapus kotak Daftar Isi yang ada di awal dokumen, seperti cara menghapus satu simbol yang ada dalam teks.  

8. Menyisipkan Gambar 
Dalam membuat sebuah dokumen, biasanya penulis ingin menyisipkan gambar. Untuk menyisipkan gambar cukup mudah, pilih menu sisipan > gambar, kemudian cari letak berkas gambar. Setelah selesai, atur skala gambar sesuai dengan keingiinan, dan terakhir klik setuju.

9. Membuat Slide Presentasi
Selain membuat dokumen dalam bentuk buku, artikel, dsb. LyX juga dapat membuat slide presentasi dengan menggunakan beamer atau powerdot. Tapi, pada kali ini hanya dibahas mengenai presentasi menggunakan beamer. Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini.

Belajar LyX part 1


Belajar LyX

Sebagian besar pemakai menggunakan LyX untuk menulis dokumen: makalah, artikel, buku, buku petunjuk, atau surat. Kali ini akan diperkenalkan dengan kelas dokumen yang digunakan untuk menulis jenis dokumen yang berbeda, dan bagaimana merubah teks menjadi judul, catatan kaki, referensi silang, bibliografi serta daftar isi.

1. Class Dokumen
Dokumen perlu ditata secara berbeda tergantung dari jenis dokumen. Sebagai contoh, buku biasanya dicetak secara bolak-balik, sedangkan artikel hanya dicetak di satu sisi kertas saja. Disamping itu, dokumen mempunyai lingkungan yang khusus: dokumen surat - misalnya mempunyai lingkungan untuk pengirim dan untuk tanda tangan, yang tidak akan ditemui dalam dokumen buku atau artikel. Kelasdokumen yang ada di LYX akan mengatur berba-gai aturan penulisan yang ada untuk berbagai jenis dokumen sehingga penulis tidak perlu melakukannya sendiri.

Untuk memilih kelas dokumen yang diinginkan, pilih menu menu Dokumen . Pengaturan . Kelas Dokumen, dan disana tersedia puluhan kelas dokumen yang dapat dipilih seperti: buku, CV, handout, surat, artikel, presentasi dimana masing-masing kelas dokumen tersebut mempunyai beberapa pilihan style sesuai standar internasional seperti untuk buku terdapat format AMS, Koma-Script, Memoir, dan sebagainya. LYX juga mendukung aturan penulisan (juga lingkungan tambahan) untuk jurnal-jurnal terbitan American Mathematics Society dengan menggunakan class dokumen Article (AMS). Isi kotak Lingkungan pun akan berubah menyesuaikan kelas dokumen yang dipilih.

Tabel dibawah ini dapat penulis gunakan sebagai acuan ringkas dari beberapa class dokumen.

Nama Class
Catatan


article
dicetak satu sisi, tanpa bab
article (AMS)
tata letak & lingkungan untuk American Math Society
report
lebih lengkap dari artikel, halaman bolak-balik
book
report + lingkungan katagori frontmatter dan backmatter
presentation
transparansi
letter
berbagai lingkungan ekstra untuk alamat, tanda tangan. . .

2. Judul Dokumen
Dokumen di LYX (seperti juga LATEX) selalu menggunakan halaman judul — yang biasanya mengandung informasi judul sesungguhnya, penulis, tanggal, atau abstrak dari suatu ma-kalah — dipisahkan dari bagian isi dokumen. Adapun cara pengaturannya adalah sebagai berikut:

  Ketik suatu judul pada baris pertama kemudian ubahlah lingkungan baris yang penulis tulis judul ke lingkungan Judul.

  Selanjutnya pada baris berikutnya, ketik nama penulis kemudian ubahlah ke lingkung-an Penulis.

  Pada baris berikutnya, tulis tanggal dan pastikan baris ini dalam lingkungan Tanggal.

   Pada baris berikutnya gunakan lingkungan Abstrak kemudian tulislah beberapa kali-mat, satu atau dua paragraf. Penulis bisa lihat bagaimana halaman judul ini ditam-pilkan bila dicetak, melalui menu Tampilan . PDF(pdflatex).

3. Label
Pada pemberian label ini, penulis sebenarnya belum melakukan perubahan sesuatu — tam-pilan DVI/PDFlatex belum ada perbedaan sama sekali, karena label tidak akan muncul pada dokumen yang dicetak. Namun demikian, pemberian label ini akan menjadi acuan pada saat menggunakan referensi-silang. Untuk memberikan label, dapat dilakukan dengan cara berikut:

   Klik di akhir judul subbab atau bagian, kemudian pilih menu Sisipan > Label . Jendela dialog akan muncul akan meminta penulis untuk menu-liskan nama label, dan memberikan saran nama. Apabila penulis menerima saran nama label tekan tombol Setuju, nama label akan ditempatkan dalam kotak disebelah judul subbab tadi.

4. Referensi-silang
Untuk menggunakan Referensi silang, dapat dilakukan dengan cara berikut:

•  Letakkan kursor penulis di sembarang tempat.

•  Pilih menu Sisipan . Referensi Silang atau gunakan tombol bantuan . Jendela dia-log Referensi-silang akan muncul. Dalam kotak dialog, penulis dapat melihat daftar label yang dapat diacu, contoh “sec:Kombinatorik”. Pilihlah label ini, kemudian tekan tombol Terapkan.

  Alternatif: klik kanan pada label yang penulis acu kemudian pilihlah menu Referensi-Silang. Selanjutnya penulis dapat menempelkan di lokasi tertentu yang mengacu acuan dengan label yang sudah dipilih, dengan menggunakan menu Suntingan . Tempelkan (atau cara pintas Ctrl+V).

LYX akan menempatkan acuan dalam kotak tepat disebelah kanan dari posisi kursor berada. Bila dokumen yang dicetak, tanda kotak acuan tersebut akan diganti dengan nomor halaman atau nomor subbab (tergantung dari pilihan dalam kotak dialog Referensi-Silang).

Referensi-silang juga berfungsi sebagai tautan ketika penulis melakukan penyuntingan dokumen di LYX. Bila kita klik di kotak acuan, dialog Referensi-Silang akan muncul, se-lanjutnya jika penulis menekan tombol Langsung ke Label maka kursor akan berpindah ke tempat label acuan berada.  (Lanjut)

Pengenalan LyX

Mengenal LyX

Apakah sebelumnya Anda pernah mengenal LyX ?. Jika belum, ini merupakan langkah yang baik untuk mengenal apa itu LyX dan apa perbedaannya dibanding dengan software lainnya yang sejenis. Baiklah langsung saja.

LYX adalah suatu sistem penyuntingan dokumen yang mampu mempersiapkan artikel-artikel teknik atau sains yang rumit dan mengandung persamaan matematika, referensi silang, bibli-ografi, indeks, dll. Program ini sesuai untuk menulis dokumen yang pendek maupun panjang dengan kemampuan pemrosesan yang diperlukan seperti: pengaturan bab dan halaman se-cara otomatis, cek ejaan, serta hal umum lainnya yang biasa digunakan dalam penyuntingan dokumen. Selain penulisan dokumen, LYX dapat juga digunakan untuk keperluan surat me-nyurat, yang umumnya menggunakan program lain yang lebih sederhana. Beberapa contoh yang sangat sesuai adalah: makalah seminar, disertasi dan tesis, nota kuliah, nota seminar, makalah untuk konferensi, dokumentasi dan buku petunjuk perangkat lunak, buku, artikel untuk jurnal internasional berwasit, sekrip drama dan filem, proposal bisnis, presentasi.

LYX merupakan perangkat lunak yang menggunakan pendekatan modern untuk menulis dokumen dengan bantuan komputer menggunakan paradigma markup language, yaitu sua-tu metode yang memungkinkan penulis keluar dari tradisi “mengetik dengan mesin ketik”. LYX dirancang untuk para penulis yang menginginkan hasil profesional dengan tidak perlu menguasai atau menjadi ahli terlebih dahulu dalam typesetting. Pekerjaan pengaturan tulis-an akan dilakukan oleh komputer, bukan oleh penulis; dengan bantuan LYX, penulis dapat berkonsentrasi sepenuhnya pada isi dan kandungan tulisan.

Salah satu kesulitan yang mungkin dirasakan ketika pertama kali menggunakan LYX adalah merubah paradigma bahwa penulis harus merancang sendiri tampilan hasil. Pa-da masa lalu ketika masih menggunakan mesin ketik, penulis harus mempelajari berbagai teknik dan trik menulis untuk mengatasi keterbatasan mesin ketik. Apabila penulis ingin memberikan penekanan makna pada kata-kata tertentu, biasanya dilakukan dengan cara menindihnya dengan karakter “_”. Untuk menyiapkan tabel, penulis perlu mengatur lebar kolom yang diperlukan dan mengatur pergerakan spasi menggunakan tombol tab. Demikian halnya apabila penulis ingin mengatur model penulisan rata kanan berbagai trik perlu dila-kukan. Pemenggalan suku kata diakhir baris teks perlu dilihat dengan teliti. Begitu pula dengan kekawatiran tentang setiap karakter yang diketik akan lari kemana. Penulis masih menggunakan hentian tab untuk menambahkan spasi kosong dan kawatir di halaman mana gambar atau teks akan muncul. Untuk memberi perhatian pada suatu kata tertentu penulis harus mengganti jenis huruf, atau dalam mesin ketik biasa, penulis harus memutar roda huruf. Hal-hal yang diungkapkan tadi, masih terjadi dan digunakan pada pengolah kata dengan filosofi WYSIWYG, yaitu “What You See Is What You Get”. Namun sayangnya paradigma tersebut memberi hasil “What You See Is All You Get”.

LYX berbeda dari pengolah kata biasa. Penulis tidak perlu kawatir dengan pemilihan huruf yang sesuai serta bagaimana penempatannya. Yang diperlukan penulis adalah cukup mengatakan ke LYX apa yang akan penulis kerjakan selanjutnya LYX akan menyesuaikan mengikuti aturan-aturan yang didefinisikan di berkas style.

Sebagai contoh sederhana yaitu dalam penulisan suatu laporan. Untuk menulis laporan, langkah awal yaitu menuliskan bab “Pengantar.” Pada pengolah kata biasa yang biasa di-lakukan adalah memilih menu penulis menulis “1. Pengantar”. Tentu saja, apabila penulis ingin merubah menjadi bab lain, atau ingin menyisipkan bab lain sebelumnya, penulis perlu menyesuaikan nomor yang ditulis secara manual. Begitupula untuk penomoran Daftar Isi, nomor bab dan nomor halaman perlu disesuaikan juga. Dengan LYX, kita hanya perlu me-nekan tombol lingkungan yang berada di kiri atas kemudian memilih Bab, kemudian menulis “Pengantar.” Apabila penulis melakukan salin, potong dan tempel, nomor akan disesuaikan secara otomatis. Demikian pula jika penulis mendefinisikan acuan di bab tersebut (dengan menyisipkan label untuk referensi silang), LYX akan secara otomatis selalu memperbarui walau tempatnya dipindah kemanapun. Penulis tidak akan pernah perlu menuliskan nomor bab, subbab atau bagian bernomor lainnya.

Untuk pembuatan daftar (list), pada pengolah kata yang biasa, membuat daftar meru-pakan pengaturan menggunakan kombinasi tab dan pengaturan baris baru. Penulis perlu memikirkan dimana akan menuliskan label pada tiap-tiap item, model apakah labelnya, seberapa banyak spasi baris kosong untuk memisahkan antara item, dan banyak hal lain. Apabila menggunakan LYX, penulis hanya perlu menentukan dua hal: apakah tipe daftar yang diinginkan, dan apa yang penulis ingin masukkan dalam daftar.

Dengan demikian, ide dasar dibalik LYX adalah: nyatakan apa yang ingin penulis ker-jakan, bukan bagaimana mengerjakannya. Sebagai ganti dari “What You See Is What You Get,” yang berlaku di LYX adalah “What You See Is What You Mean” atau “WYSIWYM.”

 
Finn - Adventure Time Link Select